Cari Blog Ini

Rabu, 21 Desember 2011

Not meet you again

  Kulirik jam dinding sejenak, " hmmm.. masih jam 3 dan kau tau apa yang kupikirkan saat itu kuingin segera mungkin pergi ke lapangan sekolah. Bukan mau ikut lomba foli atau meliat anak anak kelas lain melakukan olahraga, namun berdiam saja disana menunggu dia, seseorang yang berhasil membuatku tak konsentrasi belajar lewat dengan sepeda warna birunya, rasanya tak ingin aku berkedip saat itu.... seakan waktu itu tak setuju dengan pendapatku semua lamunan itu buyar ketika isa teman sebangkuku menegurku
"hoeeee.. ngapain kau, ayo kerjakan tugas" sambil senyum senyum dia melihat ekspresiku.
Tanpa berkata apa2 aku pun mengerjakan tugas yg sedari tadi diberikan bu salma guru pkn di kelasku.
"et dah tak bisakah kau meliat orang senang sejenak" gerutuku dalam hati. kupandang saja buku itu dan pensilku mulai menari nari diatas kertas bergaris itu tanpa memasuki apa yang dimaksud isa itu.


"Berlariiiiii terussssssss" seruu isa
Sementara temanku yang lain fany,asri,mey dan ratna pun hanya bisa terheran heran melihat tingkahku.
"apaan" tanya asri kepada isa. " hahahahah, enggak apa-apa biasa orang gila" kata isa
Memang hanya isa yang tahu soal ibad cowok sekolah kejuruan yang selalu kutunggu ketika dia lewat,selain itu juga karna isa adalah temannya sedari smp dan sempat deket pula jadi tak ada rasa ingin menutupi darinya toh isa orangnya jg baik.

Akhirnya nyampek juga dilapangan " sedari tadi kek istirahatnya" gerutuku
tepokan tangan asri mengagetkanku kala itu.
" hoeeee ngapain dikau bah lari-lari kaya dikajar pak mufit aja" kata asri dengan logat kalimantan timurnya..
"enggak cuma pengin lari aja.. heheheheheh" terpaksa nyengirlah aku
Ternyata dia sore itu menaiki sepedanya dan tersenyum manis, entah tersenyum dengan siapa dia yang ku tahu dia hanyalah seseorang yang membuatku ingin dihukum berlari supaya bisa melihatnya. ehhh usut punya usut isa sudah dibelakangku dan mulai mengerti maksudku.
" ohhhh.... ituuuu.. si ibad toh, kenapa kau suka kah ???" sambil senyum2 dia memberiku es dari tangannya.
" hahhh,, ngapain kau disini, udah sana-sana apaan sih " ekspresi terkaget kaget sambil ku dorong dia supaya pergi..'
" aku tau, kau menyukainya kan???, tapi sayang dia sedang sakit...." bilangnya lirih
''akh bercanda aja kau itu, sakit apa ?? " kataku sambil meminum es yg diberi isa tadi
 Lalu mulailah ia bercerita akan sakitnya ibad. "Dia sakit kanker " bilangnya lirih. Barulah saat itu aku berhenti menertawai kata-katanya. "mungkin, banyak yg gak tahu kalau sebenarnya dia sakit keras sedari kecil. Dengar dengar dari si angga sih sekarang baru mau kemoterapi."
"wait..wait..wait.. angga ??? siapa itu angga. emang angga siapanya ibad." tanyaku seakan tak sabar
"ya itu angga, tetangganya yg sering berboncengan ama dia " jawabnya
" jadi dia sakit... sakit kanker apa.." seakan tak puas kutanya lagi dia
sedang ekspresinya hanya senyum - senyum saja meliat ku. "ihhhh... napa kau tersenyum senyum begitukah ??? emang aneh ??? ayolah jelasin ke aku" tanyaku sembari melihat isa yang sedari tadi hanya senyum-senyum saja meliat ekspresiku.
Dengan panjang lebar dia menceritakan semua yang dia ketahui tentang ibad. Dan tak terasa waktu pun berlalu. Dan suara bel sekolah menunjukkan masuk kelas berbunyi.Aku hanya bisa tertunduk dan berpikir mungkin waktu ku untuk mengenalnya pun singkat. Aku pun tak pernah berpikir akan berpikir sejauh ini untuk bisa mengenalnya sebelum waktu yang dia punya habis. Hampir tak mungkin rasanya aku bisa mengenalnya. Meski ku tau aku bisa mengenalnya lebih cepat kalo berteman baik dengan clara teman sekaligus tetangganya. Tapi aku tak mau kalau hanya memanfaatkannya saja. Aku berdiri dan berjalan dengan separuh jiwa rasanya.
Brakkkkkk... "haduhhhh.... pelan-pelan woee kalo jalan.." sautku dengan ketus
kuliat dia, ternyata itu hayati, anak sekelasku yang suka ngocol kalo ngomong. " maaf-maaf gak sengaja aku juga buru-buru ini.."
"kamprett kau.." teriakku. Dan dia hanya senyum-senyum saja " dasar sarap kau " pikirku dalam hati

Beberapa hari akhirnya berlalu dan akhirnya tibalah hari ulang tahunku, dan aku melakukan kesalahan dengan membuat permintaan yang salah. " ya Allah jika memang aku tak bisa bertemu dengannya, aku mohon agar di hari ulang tahunku ini aku bisa bertemu dengannya meski sebentar saja aku rela. "
Dan ternyata setelah itu berjalan kesekolahan dijalan aku bertemu dengannya.. dia tersenyum lagi sungguh manis sekali. Rasanya tak mau aku berhenti menatapnya, namun apa daya hari itu berlalu begitu cepat. aku tak bisa menghentikan waktu. Aku baru sadar kalau Allah begitu sayang padaku, dia mengabulkan doaku. tapi disisi lain aku harus menerima kenyataan bahwa aku harus rela untuk tak melihatnya selamanya.


Waktu berlalu begitu cepat, dan sampai saatnya teman SMP ku linda, cupo dan nur datang kerumahku. dan linda pun mulai ribet dengan hp baru serta catatan nomer-nomer hp di tangannya.
"eh lin, sedari tadi ribet aja kau sendiri " celoteh nur dari balik jendela rumahku
"yehhhh.. sewot lu nur, ini hp baru ini jadi harus ditulis ulang ini nomer-nomernya " saut linda, " ehh archie tolong bacain dong nomernya satu-satu" sembari memberikan kertas kepadaku.
Akupun hanya senyum-senyum saja, karena aku tahu sifatnya.
"iya-iya " sautku
baris demi baris kubaca dengan seksama, sampai aku menemukan nama yang sepertinya aku sudah kenal.
"ibad" kubaca lirih.
"siapa ini ibad" sembari ku berikan kembali kertas yang penuh dengan nomer-nomer itu kepada linda.
"ohhh.. ini temen nya si cupo, itu anak perkayuan yang sering mimisan dan pingsan kalau lagi upacara." jawab linda dengan tetap mencatat nomer-nomer di hp barunya
"iya, itu si ibad anak belakang sekolah lu kan ??" saut cupo yg baru datang dari beli bensin.
"boleh ku minta nomernya ?? " kataku
"kenapa, suka kau ama dia " tanya nur
aku hanya tersenyum, dan akhirnya aku mendapatkan nomer hp nya. segera malam dia ku sms dan ku ajak bercerita panjang lebar tanpa ada yang ku ketahui maksud dan tujuan pembicaraan kami.
Dan, akhirnya mulai pada hari itu setiap malam dia selalu mengirim pesan di hp ku, malam sekali malah.Tapi sayang aku pun tak pernah bertatap muka dengannya. Awalnya aku tak menyangka kalau ibad akan memberiku pesan bergambar I LOVE YOU, dan sontak aku pun tersenyum senyum dalam keadaan setengah ngantuk, ya gila aja waktunya orang tidur itu malah ngajak curhat.
Besoknya kuceritakan itu pada isa teman sebangkuku, dan hanya tersenum dan berkata " selamat.. tapi kau tak pernah kah menelfonnya ??"
Aku pun terdiam dan menggelengkan kepalaku. Isa memandangku dan mengerti maksudku dan menyemangatiku lagi.
"gak papa kalo begitu, sabar.. pasti suatu saat kau akan bisa menatapnya dari depan, selama yang kau mau" sambil menepuk punggungku.
"bahasamuuu... huhhhhhh" kataku
  "ya habiss.. sedih mulu sih, ehh besok anak-anak mau ke puncak ikut ya ??" pinta isa
" yaa.. tapi kan besok kita les geografi di rumah pak aman, gimanan sih kau. udah jatuh tempo kali udah 2 kali kita mangkir dari les itu" kataku
"siang kali archie, lesnya kan pagi. emang kau mau nginap dirumahnya pak aman sampai besok " saut isa
"setuju aja, kita besok rame-rame kok" ujar fanny dari belakang
"okeeee" jawabku


Keesokan harinya ku beranikan diri untuk menelfon ibad, dan mungkin kondisinya saat itu sedang gak baik untukku menyapanya. Perlahan ku tunggu sampai ada yang mengangkat dan bicara " Halo, ini sapa?? "
"ehhhhh... saya mau cari ibad ini nomernya ibad bukan "
samar-samar kudengar suaranya dari hp ku.. entah aku yg salah dengar atau dia yang lgi sakit. Kudengar dia bicara " mau ngapain lu, dia gak ada "
tut...tut..tut.. bunyi hpku langsung dimatiin saja oleh orang di seberang sana yang mengangkat telfon ku tadi. kupandangi saja layar hp ku dan berkata " kok dimatiin is "
" lagi sibuk kali " saut isa yang sedari tadi berdiri di depanku.
Sedih dan khawatir atas keadaannya menjadi salah satu masalah yang masih menggelayut di benakku. Jangan-jangan dia sedang sakit parah atau mungkin dia dirumah sendiri dan tak ada yang menjaganya atau mungkin sesuatu yang buruk terjadi. " Akh, mikir apa aku ini " dalam hati

Selang beberapa hari setelah kejadian di puncak itu, dia tak memberi kabar sama sekali. Hatiku pun bertanya sedang apa dan bagamaina kabarnya. Sampai pas jam istirahat tiba, clara memberi kabar kalu ibad telah tiada. Aku tak percaya, kalau dia telah tiada.
" Enggak mungkin clara, gak mungkin, ini gak mungkin pasti kau salah." kataku
Tanpa terasa air mataku pun menetes. " kalau kau tak percaya, its oke, tapi aku enggak bohong. kau bisa menanyakan pada angga kau kau mau. Dan kau mau ke rumah nya denganku. " jawab clara dengan nada lirih
Ibad memang baik, sehingga banyak orang yang menyayanginya bahkan ketika dia telah pergi terlihat banyak teman yang mendoakannya. bahkan dia bisa merubah clara yang dulu sombong dan angkuh menjadi orang yang baik.

Dan besoknya ketika aku pulang dari sekolah kudapati hp ku berbunyi dan masih terpampang wallpaper foto yang dia berikan. " Betapa aku sangat merindukanmu bet, andai kau disini " bisikku dalam hati.
andai aku juga punya kesempatan untuk mengatakan kalau aku juga menyayangimu bet, pasti aku enggak akan merasa penasaran atas tanggapanmu.

Aku masih ingat kata-katanya sewaktu masih hidup " Kau jangan sedih karena kau masih punya waktu untuk memperbaiki semua kesalahanmu, semangatlah ". Aku janji bet, aku akan berusaha aku pasti bisa aku harus bisa... terimakasih atas semangatmu bet kau memang orang yang baik.

Senin, 21 Maret 2011

Gara - Gara ekskul 3 hari beruntung !!!!!!!

Ini sebuah cerita tentang persahabatan yg sedikit gila. dimulai dari kyo pemuda asal bandung yg hidupnya cukup lumayan bagi mahasiswa lainnya. Lalu sam pemuda asal malang yang satu ini begitu mencintai sepak bola sampai rela lakukan apapun agar bisa masuk klub sepak bola di universitasnya. Dan satu lagi ini adalah ank yang paling kecil namanya jali betawi asli.
Mereka bertiga berkumpul di kantin bakso seperti biasa si kyo dengan modal wajah dan kulit yang bersih mendekati gadis-gadis tajir agar dapat makan siang ini namun sial hari ini tak banyak rupanya yg makan di tempat itu. Hanya terlihat Serena gadis manis nan kaya yg ada disana meski berulang kali kyo berusaha tetap saja serena tak meihatnya sama sekali, "malng sekali nasib kita ya hari ni " celutuk si kyo sambil mengambil hp nya. semua kan bermula dari lu kalo lu gak ngajak kuliah kan kita gak begini, hidup serba nebeng.. jawab sam. namun kite kan tetep kompak seru jali yang datang siang hari itu memakai kaos biru datang dengan tertawa-tawa.
sekarang kite harus cari terobosan baru bro biar hidup, kuliah , kerja ma karir tidak terbengkalai namun gimana yach?? sementara hidup aja suseh begini ... ngomong-ngomong kerjaan hari ini lo kemana kyo??? tanya sam, yaaaa, gue sih mau ke senayan hari ini jadi panitia pengurus band indi.. lo kemana jal tanya sam kembali gue yaaa mw kemana ajha lah yang penting gue happy bukan begitu harusnya. lo mau kemana sam tanya kyo balik gue mw ke masjid aja dah bro mw ngelurusin iman gue sambil minum jus dari pelayan. Bukannya hari ini lo ada mata kuliah sam? tanya jali, iyeee tpi gue lagi malas masuknya karena dosennya ngomonge buanter tenan sementara aku....n belum sempat sam ngelanjutin tpi di saut oleh kyo dan jali" ya lu kan ngantuk" hahahahahaha mereka berkelakar bersama-sama. eh kerja yuk kata kyo sembari beranjak dari tempat duduknya diikuti 2 orang temannya. siang itu begitu terik sekali" matahari lagi semangat nih" kata jali dgn tawa.
Sorenya Kyo dengan dandanan rapi nan elok menuju senayan tempat band indi di mulai,"dasar panitia geblek" kata kyo dalam hati melihat si ridwan panitia senior yg sok padahal gak bisa apa2.. sementara si rena cewek agensi genit ini selalu menggodanya, dari balik panggung pak janus berterisk "hey, sapa yang kenal dua manusia ini" dengan marah2.. "et dah kite kan emang manusia ye sam ye bukan kancil ye..."celoteh jali dgn logat betawinya. sementara sam hanya bisa nyengir karna aksinya nekat nerobos band indi ketahuan. Kyo yg saat itu sedang di ganggu oleh rena tengah kebingungan cara menyelamatkan dirinya, " bagai masuk dalam mulut singa nih "." Kyoooooooooooooo" treak sam sambil melambaikan tangannya kepada kyo, sontak kyo pun langsung punya alasan untuk pergi dari rena dengan segera dia berlari menghanpiri sam dan jali yg tertangjkap menyelinap oleh pak janus orang properti. "maaf pak, mereka kontestan juga"kata kyo dengan pelan, 'gila lo kyo kita kan bukan anak band" jawab sam dengan mata melirik sementara jali hanya tengak-tengok dengan heran.
"beneran, mereka kontestan tapi kok dandanannya kaya preman gini" menatap kedua orang mahasiswa itu dengan seksama. Dengan sigapnya sam bersiap-siap" ya elah pakk, kita kan anak band masa dandanan rapi-rapi mang nya mau kondangan" tegas sam.. 'si jali di belakang aja lagi dari tadi jali, sinii.. Akhirnya setelah berdebat debat dengan kepala properti itu pun sam cs berhasil llos dan lari menuju ke backstage tempat anak band indi berkumpul. disaat yang lain berdebat, jali yang sedari siang hanya memakai kaos dan celana pendek terasa kelelahan pun berhenti sejenak dan bersandar di samping alat musik gitar yang sebenarnya akan di pakai untuk perfoma anak-anak band indi.
Disaat acara tengah dimulai jali bertanya" woeee, kyo sam jam berapa nih mulainya dan kelarnya ni acara gue udeh capek bokap gue telf mulu nih" sembari melihatkan hp nokia nya yang berkedap-kedip. Namun mereka hanya diam karna kesal jali pun bermaksud berdiri dengan memegang tali pembuka tirai. Akhirnya tiarai pun terbuka dan dilihatnya penonton sudah ramai berteriak seakan haus air... jali, kyo dan sam pun hanya bisa terheran-heran sambil saling pandang memandang. Sam berkata " mati nawak kyo kepiye iki?? kyo pun terbengong melihat semua ini, namun dia berkata " kita kan pernah ikut ekskul musik kita coba aja sam". "ya elah ekskul gue kan drum si jali gitar nah lo kan drum juga masa mau drum bareng-bareng kepiye samean iki"papar sam yang saat itu masih menenteng tas kuliahnya akibat bolos.
Suara operator pun sudah berkumandang menyuruh untuk bermain, sementara suara penonton pun semakin riuh saja. Mau turun tanggung satpam di bawah mencari mereka yg ketauan menyelinap, akhirnya jali yang biasanya lambat berpikir kini pun mengambil cara dia mengambil gitar trus dia mainkan nada milik grup band westlife boyband asal irlandia. entah siapa yang memulai suasana langsung mencair yang tadinya tegang pasca kenekatan mereka. sam mengambuil alih drum dan kyo pun bernyanyi dengan modal pas-pasan cuma ikut ekskul 3 hari trus bolos karna gak buisa bayar ekskul.
Penonton pun menyambut mereka dengan antusias, kyo dengan modal wajah dan penampilannya yang oke dan sam dengan gaya rocknya dan jali dengan gaya santainya pun berhasil memainkan musik yang lumayan menghibur. mereka dihadiahi tepuk tangan yang meriah dari penonton.
"Gaya kite hebat yeeee, tapi yang gila sapa nih kite apa mereka ya kyo" kata jali yang langsung turun dari panggung. saut sam dengan bingung "iya juga sih jal, yang gila mereka kali yaaa", mereka pun tertawa bwersama-sama. Namun sang satpam telah menunggu sdi bawah bersama pak janus ketua properti yang baru sadar kalo dia telah di kibuli oleh ketiga mahasiwa itu. Dan dengan kagetnya mereka yang menyadari hal itu pun segera berlari termasuk kyo yang saat itu sedang kerja menjadi panitia ikutan berlari dengan kencang menuju luar gerbang. Mereka masih berpikir-berpikir kembali "ni yang gila sapa yaaa?????"